Bersama Facebook, Bawaslu Awasi Hoaks dan Ujaran Kebencian di Internet

Suara.com – Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) Republik Indonesia bekerjasama dengan Facebook untuk mengawasi penyebaran ujaran kebencian dan hoaks di media sosial jelang Pemilu 2019.

“Bawaslu sejak tahun lalu bekerjasama dengan Facebook untuk melakukan pelatihan terkait ujaran kebencian dan hoaks di media sosial,” ucap Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Fritz menjelaskan, Bawaslu tidak hanya mengawasi jalannya Pemilu dari aktivitas di dunia nyata saja, namun juga mencakup media sosial dari calon presiden atau legislatif, hingga akun fiktif yang mendukung salah satu calon.

“Kita mengawasi media sosial dari pasangan calon dan di luar calon, misalnya kelompok pendukung calon, atau akun-akun bot,” sambung dia.

Di era demokrasi dan kemajuan teknologi seperti sekarang ini, Fritz mengatakan pihaknya tidak bisa membatasi kebebasan masyarakat untuk berpendapat di berbagai platform media sosial. Oleh karena itu, Bawaslu memerlukan bantuan dari Facebook untuk mengawasi penyebaran ujaran kebencian ataupun berita palsu.

“Salah satu konsekuensi demokrasi adalah kebebasan untuk berbicara. Tapi jika berpotensi untuk menyebarkan kebencian, maka kita akan mengawasi dan menyelesaikannya secara hukum. Kita sepakat untuk berkolaborasi dengan Facebook untuk mengawasi ujaran kebencian dan hoaks di media sosial,” imbuhnya.

Untuk mengidentifikasi akun penyebar ujaran kebencian di media sosial, Bawaslu mengklasifikasikannya ke dalam beberapa kategori. Ada akun yang sebatas menyebarkan, ada pula yang sengaja membuat akun baru untuk membuat berita palsu dan ujaran kebencian terhadap pasangan calon presiden.

“Ada dua yang kami awasi dan berhubungan dengan Pemilu. Pertama soal penyebaran berita palsu dan ujaran kebencian. Bersama Facebook, kami bisa lebih aktif untuk mengawasi berita hoaks. Kedua, mencakup dana kampanye politik di media sosial. Itu harus dilaporkan (calon) kepada kami. Jika ada yang tidak beres, akan kami tindak tegas,” tutup Fritz.

Tri Gelar Turnamen PUBG Berhadiah Puluhan Juta Rupiah

Suara.com – Sebagai rangkaian dari program Creator Reborn, Hutchison 3 ( Tri ) Indonesia menggelar turnamen game PlayerUnknown’s Battlegrounds ( PUBG ) Mobile dengan hadiah puluhan juta rupiah.

“Ajang ini digelar guna memberikan inspirasi positif bagi para online gamers untuk meningkatkan hobi dan talenta menjadi gamers profesional dengan prestasi gemilang. Semangat ini akan meningkatkan pemberdayaan generasi muda menjadi pendorong ekonomi digital di Indonesia,” ujar Chief Commercial Officer 3 Indonesia Dolly Susanto dalam keterangan resminya pada Senin (21/1/2019).

Secara teknis, turnamen diawali dengan seleksi tim di 36 kota yang ada di seluruh Indonesia. Ke-36 tim tersebut nantinya akan melaju ke putaran final di ajang BimaDay. Nantinya, para pemenang turnamen PUBG Mobile ini berhak mendapatkan total hadiah sebesar Rp 63 juta, plus mendapatkan pelatihan dari tim e-sports profesional EVOS.

Di sisi lain, Creator Reborn yang digelar Tri juga memperlombakan karya kreatif lainnya, seperti dance music dan short movie. Untuk mekanismenya, peserta akan diseleksi oleh pihak Tri Indonesia dan para pakar di bidangnya.

Sepuluh karya terbaik dari setiap kategori akan dipilih menjadi dua karya kreatif terbaik berdasarkan seleksi teknis. Kedua pemenang akan diberangkatkan ke Amerika Serikat untuk kembali dipertandingkan dalam pagelaran berskala internasional.

Kompetisi Creator Reborn ini merupakan salah satu kegiatan dari program utama Tri Indonesia, yaitu BimaDay yang akan berlangsung pada Maret 2019 di Bandung

Facebook Bantah Kumpulkan Data Wajah Pengguna via #10YearsChallenge

Suara.com – Facebook membantah dugaan mereka mengumpulkan data wajah manusia untuk melatih mesin pengenal wajah, face recognition, melalui tantangan bertajuk # 10YearsChallenge yang viral sejak pekan lalu.

“Sejauh ini kami tidak ada komentar tentang itu. Tapi mengenai kabar face recognition itu tidak ada,” kata pimpinan komunikasi Facebook Indonesia, Putri Dewanti, kepada media di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Sejumlah praktisi teknologi menduga Facebook memanfaatkan tantangan #10YearsChallenge untuk mengumpulkan data-data wajah penggunanya. Data-data itu akan digunakan untuk melatih teknologi pengenal wajah atau facial recognition .

Praktisi teknologi asal Amerika Serikat, Kate O’Neill, dikutip dari Wired, mengemukakan analisisnya tentang tantangan ini. Menurutnya lewat tantangan itu Facebook bisa memperoleh sampel data perubahan wajah orang dalam 10 tahun secara efisien dan efektif.

Facebook sebelumnya membantah dugaan itu. Menurut media sosial buatan Mark Zuckerberg itu, tantangan #10YearsChallenge justru tak bermula di Facebook.

Tantangan #10YearsChallenge viral di media sosial sejak pekan lalu, pengguna yang ingin berpartisipasi diminta untuk mengunggah dua foto diri yang berjarak 10 tahun, misalnya foto yang berasal dari tahun 2009 dan 2019.

Segera setelah 10 Years Challenge ini viral, warganet membuat berbagai variasi bukan hanya foto diri, tapi, foto hewan peliharaan hingga perbedaan suasana di sebuah kota selama 10 tahun belakangan. (Antara)

Pesan di WhatsApp Kini Tak Bebas Diteruskan, Menkomifo Gembira

Suara.com – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara , mendukung langkah WhatsApp membatasi jumlah pesan yang bisa diteruskan (di-forward) menjadi hanya lima di Indonesia.

Seperti yang diwartakan sebelumnya WhatsApp akan mulai membatasi jumlah pesan yang bisa diteruskan di Indonesia menjadi hanya lima per pesan. Aturan baru itu akan mulai diberlakukan besok (22/1/2019).

“Saya apresiasi. Saya menghormati langkah WhatsApp,” kata Rudiantara usai bertemu perwakilan WhatsApp global di Kementerian Kominfo,Jakarta, Senin (21/1/2019).

Rudiantara menjelaskan bahwa WhatsApp sering digunakan untuk menyebarkan hoaks di Indonesia dan karenanya kebijakan WhatsApp tersebut dinilai mampu mengurangi potensi viral sebuah hoaks.

“Mulai besok pesan yang di-forward hanya bisa lima kali. Modusnya selama ini konten hoaks diposting di Facebook, di-screenshot lalu take down. Screenshootnya diviralkan lewat WhatsApp. Nah kita berupaya mengurangi viralnya ini,” imbuh Rudiantara.

Rudiantara juga menjelaskan bahwa WhatsApp sudah berkonsultasi dengan Kominfo terlebih dahulu sebelum menerapkan aturan itu di Indonesia.

WhatsApp Ancam Blokir Nomor Penyebar Hoaks di Indonesia

Suara.com – WhatsApp akan menindak tegas dengan memblokir atau menghapus akun atau nomor yang ketahuan menyebar hoaks , demikian dikatakan Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp, Victoria Grand, di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Grand mengatakan untuk memblokir sebuah nomor atau akun, maka WhatsApp akan melihat apakah perilakunya mencurigakan atau tidak – seperti sering meneruskan konten-konten di luar batas normal – karena WhatsApp tak bisa membaca isi pesan yang dikirim via layanannya.

“WhatsApp tidak bisa melihat isi pesan. Jadi yang paling mungkin adalah melihat perilakunya,” kata Grand.

Pada hari yang sama Grand bersama Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, mengumumkan bahwa pengguna WhatsApp di Indonesia kini hanya bisa meneruskan sebuah pesan sebanyak lima kali.

Kebijakan itu diambil WhatsApp karena platform komunikasi berbasis internet itu sering dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks.

Sebelumnya untuk mengatasi hoaks, WhatsApp menyematkan label “forward” pada semua pesan yang diteruskan. Selain itu setiap akun atau nomor juga hanya bisa meneruskan 20 pesan.

WhatsApp sendiri juga memiliki fitur pelaporan melalui aplikasi, jika mendapat pesan berantai yang bersifat negatif. Untuk memanfaatkan fitur itu, pengguna bisa menglik titik tiga di pojok kanan aplikasi dan menekan pilihan “report” untuk melaporkan akun tersebut. (Antara)

Berantas Hoaks Jelang Pilpres, Facebook Gandeng Bawaslu

Suara.com – Jelang pemilihan presiden ( pilpres ) 2019 pada 17 April mendatang, Facebook mengambil langkah antisipatif untuk memerangi berita hoaks di Indonesia dengan menggandeng Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) sebagai mitra.

Global Politics and Government Outreach Director Facebook, Katie Harbath mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan Bawaslu untuk mengawasi penyebaran hoaks dan ujaran kebencian di Facebook.

“Facebook berkomitmen untuk membangun ekosistem demokrasi dan diskusi yang saling menghargai, positif, dan berintegritas. Dengan semakin mendekatnya Pemilu di Indonesia, kami sudah bekerjasama dengan Bawaslu dan pihak lainnya untuk mengurangi penyebaran berita palsu,” ujar Katie di Jakarta, Senin (21/1/2019).

Terkait langkah yang diambil Facebook, perusahaan milik Mark Zuckerberg itu sudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial inteligence/AI) untuk menganalisis perilaku abnormal yang dilakukan oleh akun penyebar hoaks.

Selain itu, mereka juga melibatkan pihak ketiga untuk memeriksa fakta dari sebuah konten yang disebar di Facebook.

Third-party fact checking adalah salah satu cara kami melawan misinformasi melalui kemitraan dengan tim pemeriksa fakta yang telah disertifikasi oleh Poynter,” imbuh Katie.

Sebagai informasi, Poynter merupakan jaringan pemeriksa fakta internasional yang tidak berpihak pada suatu kelompok atau golongan.

Secara teknis, third-party fact checking menggunakan sinyal, termasuk feedback dari para pengguna Facebook dan headline berita yang sensasional (clickbait sensasionalist) untuk memprediksi sebuah berita bohong.

Seandainya tim pemeriksa fakta mengidentifikasi suatu berita sebagai kabar hoaks, Facebook akan mengurangi frekuensi kemunculan berita hoaks tersebut. Bahkan, cara ini diklaim berhasil menurunkan 80 persen penyebaran berita hoaks di Facebook.

Selain itu, mereka juga menghentikan proses monetisasi dari sebuah berita palsu yang dibagikan banyak orang.

“Akun yang terbukti menyebarkan berita palsu dan unggahannya dibagikan banyak orang, tidak akan bisa dimonetisasi agar oknum tidak bertanggung jawab tidak bisa mengambil keuntungan finansial dari berita palsu yang dibuat,” tegas Katie.

Sedangkan dari sumber daya manusia, Facebook sudah menambah 20.000 pegawai untuk memantau akun palsu dan berita hoaks. Di awal tahun ini, Facebook sudah mempekerjakan 30.000 pegawai dari yang semula hanya 10.000.

Hasilnya, Facebook berhasil menghapus 97 persen akun palsu yang menyebarkan berita hoaks sebelum pengguna Facebook lainnya mengajukan laporan.

Warganet Nyinyirin Pidato Edy Rahmayadi yang Sebut Layak Masuk Surga

Suara.com – Edy Rahmayadi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum PSSI. Pengunduran diri tersebut diutarakannya dalam pidato pembukaan Kongres Tahunan PSSI di Nusa Dua Bali, Minggu (20/1/2019). Selain meminta maaf jika ada kekurangan selama dirinya menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Edy juga mengaku tugas yang diembannya sangat berat.

“Selama 32 tahun saya jalani suatu organisasi, organisasi PSSI ini yang paling berat saya alami. Jadi siapapun yang jadi ketua PSSI ini, itulah yang masuk surga Insya Allah,” ujar Edy dalam pidatonya.

Lucunya, ucapan Edy tersebut justru menjadi perbincangan hangat di media sosial Twitter oleh warganet. Ucapan Edy pun menjadi guyonan khas ala warganet.

“Lowongan masuk surga. Persyaratan: 1. berpengalaman menjabat ketua @PSSI,” tulis pemilik akun DYPermady7.

“Mereka yang layak masuk surga. Sayang bapak mengundurkan diri,” komentar rick_ajagh seraya menyertakan daftar Ketua Umum PSSI sejak tahun 1930.

“Bapak udah selangkah masuk surga kok mundur sih,” tambah serendipityxvxd.

“Edy Rahmayadi: Siapapun yang jadi Ketum PSSI orang-orang yang masuk surga. Nih daftar orang-orang yang akan masuk surga walaupun bukan guru ngaji,” ungkap AgustaSetzYK.

Jelang Pilpres, Pesan WhatsApp Hanya Bisa Diteruskan Lima Kali

Suara.com – Menjelang pemilihan presiden ( pilpres ) yang akan berlangsung pada 17 April, WhatsApp membatasi kemampuan meneruskan pesan atau forward hanya lima kali untuk satu pesan.

“Fitur meneruskan pesan akan diseragamkan menjadi lima untuk Indonesia dan global,” kata Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp, Victoria Grand, kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/1/2019).

WhatsApp selama beberapa bulan belakangan ini memberi label pada pesan yang diteruskan, setiap pesan yang diteruskan akan diberi label “forwarded” di bagian atas. Secara global, setiap pesan dibatasi hanya dapat diteruskan sebanyak 20 kali.

Hanya India yang diberi batasan meneruskan pesan lima kali, setelah kasus kekerasan yang berujung pada kematian meruak akibat penyebaran hoaks yang berpangkal dari pesan di WhatsApp.

Keputusan ini diambil setelah berdiskusi dengan berbagai pihak di Indonesia, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

WhatsApp menyadari 90 persen pesan yang beredar di platform tersebut merupakan pesan pribadi, sisanya dapat berupa pesan-pesan yang lain. Dengan membatasi sebuah pesan hanya dapat diteruskan lima kali, Grand menilai jika ada perilaku yang mencurigakan, pesan tersebut dapat dilacak ke lima pesan sebelumnya.

WhatsApp tidak dapat membaca isi pesan yang dikirim karena enkripsi end-to-end yang disematkan di sistem mereka hanya mengizinkan pengirim dan penerima pesan untuk membaca isi pesan tersebut.

Tapi, WhatsApp bisa mendeteksi perilaku berkirim pesan jika terdapat aktivitas yang tidak wajar, misalnya meneruskan pesan ke banyak orang sekaligus.

“Mempersulit orang-orang yang kurang bertanggung jawab untuk meneruskan pesan,” kata Grand.

Data mereka menunjukkan sejak fitur ini diluncurkan, perilaku meneruskan pesan secara global turun hingga 25 persen.

Kepala Urusan Publik WhatsApp, Carl Woog, menyatakan pembaruan di WhatsApp digulirkan mulai pekan ini untuk perangkat Android dan iOS.

“Mungkin hari ini berlaku,” kata Woog di acara yang sama. (Antara)

Atlet eSports InYourDream Resmi Gabung Skuat The Prime

Suara.com – Pemilik nama asli Muhammad Rizky atlet eSports yang lebih dikenal dengan nama InYourDream ini beberapa waktu lalu dikabarkan resmi hengkang dari tim eSports Tigers .

Kabar resmi tersebut disampaikan langsung skuat Tigers melalui Instagram resminya @tigers_dota2.

Dalam postingan akun Instagram Tigers, @tigers_dota2, diumumkan dua pemainnya resmi hengkang. Yaitu Lai Jay Son atau Ahjit, dan InYourDream.

Bersama dengan foto yang diunggahnya, terdapat Tigers mengucapkan terima kasih dan selamat tinggal untuk atlet eSports mereka.

Pengumuman dari Tigers soal InYourDream. (Instagram/@tigers_dota2)Pengumuman dari Tigers soal InYourDream. (Instagram/@tigers_dota2)

”Hari ini, kami Tigers ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Lai ‘Ahjit’ Jay Son dan Muhammad ‘InYourdreaM’ Rizky atas kekuatan mereka dengan kami selama ini. Tetapi untuk sekarang, saatnya bagi kita untuk berpisah dengan mereka dengan selamat tinggal ketika mereka memutuskan untuk berjalan di jalan lain untuk mencapai impian mereka. Kami ingin mengucapkan semoga mereka beruntung dan berharap kalian para fans Tigers akan melakukan hal yang sama” tulis dalam caption postingan tersebut.

Setelah resmi hengkang dari skuat yang membesarkan namanya ini hingga internasional ini, banyak rumor yang tersanter pada skuat mana Rizky akan bergabung.

Di tengah rumor tersebut, melalui Instagram resminya @theprime.esports mengumumkan line up terbaru mereka bersama dengan nama InYourDream.

Dalam unggahan tersebut ia memajang lima line up terbaru Dota 2 untuk skuat yang dijuluki ular biru ini.

Line up Dota 2 The Prime eSports. (Instagram/@theprime.esports)Line up Dota 2 The Prime eSports. (Instagram/@theprime.esports)

”Yuuuk sambut line up terbaru Dota 2 The Prime. Sekaligus mengucapkan welcome home untuk inYourdreaM yang memutuskan buat kembali bermain bersama Pasukan Uler. Sementara Baringin “Bfl” Ferdinan Liberti akan menjadi player inactive, dan kami sangat berterima kasih atas perjuangannya selama menjadi roster aktif di divisi Dota 2.

Berikut adalah roster terbaru kita:
1. Michael “KelThuzard” Samsir
2. Muhammad “inYourdreaM” Rizky
3. Azam “Nafari” Aljabar
4. Ario “Panda” Susilo Putra (Captain)
5. Rizki “Varizh”

Roster baru ini siap untuk memenangkan turnament akan datang, yang pastinya mereka akan butuh support dari kalian semua. Go Go #UlerFighting.”

Keputusan Rizky untuk bergabung kembali dengan skuat tanah air memang sudah bisa ditebak sejak ia menjadi stand-in untuk skuat The Prime pada ajang Indonesia eSports Premier League beberapa waktu lalu.

Hal ini nyatanya disambut baik oleh penggemar InYourDream dan The Prime, terlihat dari unggahan The Prime yang dibanjiri komentar netizen.

@bloodghoster ”Come back home @kikycassa7 di team @theprime.esports”

@andre_herlanda ”manteplah kalau The Prime Vs RRQ, Auto Adik Kakak Ketemu”

@tag_yolo ”Mungkin dia juga mau memajukan team-team di Indonesia supaya nantinya bisa main sejauh ke Eropa”

Sekali lagi selamat bergabung kembali membela skuat tanah air InYourDream.

HiTekno.com/Dinar Surya Oktarini

Huawei Tetap Pede Meski Terancam Dilarang Pakai Teknologi Amerika

Suara.com – Perusahaan teknologi asal China, Huawei Technologies, terancam tidak lagi dapat menggunakan teknologi buatan Amerika Serikat untuk perangkatnya. Hal ini dijabarkan sendiri oleh pendiri dan CEO Huawei, Ren Zhengfei, yang mengatakan telah menyiapkan strategi atas serangan Amerika Serikat tersebut.

“Kami akan menghasilkan produk alternatif sendiri. Yang tidak terkait dengan kepentingan Amerika Serikat,” ucap Ren saat wawancara dengan media Jepang, seperti yang dilansir dari Nikkei.

Hal ini berkaitan dengan proposal oleh anggota parlemen kongres Amerika untuk membatasi penjualan chip dan bagian-bagiannya kepada perusahaan China, seperti Huawei dan ZTE.

Tak hanya itu, Ren juga mengatakan bahwa Huawei tidak akan bernasib sama seperti ZTE, yang sempat dilarang menggunakan teknologi Amerika Serikat pada April 2018 lalu karena melanggar undang-undang kontrol ekspor. Pelarangan tersebut kemudian dicabut pada bulan Juli.

“Huawei tidak akan berakhir menjadi seperti kasus ZTE. Larangan penggunaan teknologi Amerika Serikat mungkin akan memengaruhi Huawei, tetapi dampaknya tidak akan terlalu besar,” tambah Ren.

Huawei saat ini telah menggelontorkan miliaran dolar untuk program penelitian dan pengembangan (R&D) lewat divisi HiSilicon Technologies dan berhasil mengembangkan sendiri chip buatan mereka serta tidak bergantung kepada pemasok chip asing seperti Intel, Nvidia, dan Qualcomm.

Ren sendiri optimis bahwa perusahaannya dapat mempertahankan pertumbuhan pada tahun 2019 ini, meskipun menurutnya momentum pertumbuhan tidak akan terlalu tinggi seperti yang dicapai perusahaannya pada 2018.

Facebook Sediakan Fitur untuk Buat Petisi Online

Suara.com – Facebook telah meluncurkan sebuah alat atau fitur baru yang bisa dimanfaatkan oleh para penggunanya untuk menggagas serta menyebarkan petisi online .

Untuk sementara, demikian diwartakan CNet, Senin (21/1/2019),fitur bernama Community Actions itu sudah tersedia untuk pengguna Facebook di Amerika Serikat. Sebelumnya fitur petisi online itu juga sudah diuji coba di beberapa negara di dunia.

Fitur petisi online itu sendiri sudah pernah digunakan sebelumnya, seperti ketika warga Colorado, AS mendesak agar pengeboran gas dan minyak di wilayah itu dihentikan pada 2018 lalu dan saat warga Philadelphia meminta agar jalur pejalan kaki diperbaiki di kota itu.

Cara menggunakan fitur itu juga dinilai lebih mudah dan efektif. Pengguna Facebook cukup mengklik tombol “support” – mereka juga bisa menggungah testimoni serta video – ketika mendukung sebuah petisi.

Selain itu, mereka juga bisa langsung menyebut tokoh publik atau pejabat yang pekerjaannya terkait dengan petisi yang digaungkan di Facebook.

Facebook sendiri mengatakan bahwa fitur petisi online itu adalah upaya untuk membangun masyarakat yang dibekali informasi dan terlibat aktif dalam kehidupan publik.

“Community Action adalah cara bagi publik untuk memperjuangkan perubahan dalam komunitas dan bermitra dengan pejabat serta pemerintah untuk menemukan solusi,” bunyi pernyataan Facebook.

Munculnya fitur petisi online ini akan membuat Facebook berhadapan dengan platform seperti Change.org atau Causes.com.

BMKG Imbau Dampak Fenomena Supermoon di Indonesia

Suara.com – Supermoon merupakan istilah yang dicetuskan ahli astrologi. Pengamat berkesempatan melihat serangkaian tiga Supermoon yang bertepatan dengan fase Bulan purnama, yang salah satunya akan terjadi pada 21 Januari 2019. Fenomena Supermoon yang terjadi bersamaan dengan gerhana Bulan total tersebut juga akan mempengaruhi kondisi pasang maksimum air laut di wilayah-wilayah pesisir Indonesia menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dampak dari fenomena tersebut dapat menganggu kegiatan transportasi, perikanan, produksi garam, dan bongkar-muat di pelabuhan di wilayah pesisir utara Jakarta, pesisir utara Jawa Tengah, pesisir utara Jawa Timur, pesisir Cilacap, pesisir Tanjung Benoa, pesisir Kalimantan Barat, dan pesisir Makassar di Sulawesi Selatan.

“Untuk wilayah Jakarta, bisa berpotensi banjir bila terjadi hujan lebat di wilayah hulu jika air tidak terserap dan terhambat mengalir ke laut karena sedang pasang naik,” kata Mulyono Rahadi Prabowo, Deputi Bidang Meteorologi BMKG.

Sementara itu, sebuah Bulan dapat didefinisikan sebagai supermoon bila berada pada jarak sekitar 90 persen dari titik terdekatnya dengan Bumi. Pengertian ini dicetuskan pertama kali oleh Richard Nolle pada tahun 1979. Dengan kata lain, setiap Bulan Purnama yang mencapai jarak minimal 361.740 kilometer atau kurang dari Bumi, yang diukur dari pusat Bulan ke pusat Bumi, dapat disebut sebagai Supermoon.

Dilansir dari EarthSky, Supermoon pada 21 Januari 2019 akan membuat Bulan mencapai pada jarak sekitar 357.715 kilometer dari Bumi. Tak hanya itu, tercatat ketika Supermoon terjadi kenaikan air laut bisa mencapai sekitar 5 cm lebih tinggi daripada pasang biasa saat Bulan Purnama yang bukan Supermoon terjadi.

Pada tahun 2019 kali ini, dikabarkan akan terjadi supermoon atau lunar perigee sebanyak tiga kali. [Antara]

Menkominfo Punya Cara Ajak Generasi Zaman Now Dorong Anti Hoaks

Suara.com – Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengajak generasi milenial menciptakan konten kreatif dan positif di media sosial.

“Anak muda harus berani dan kreatif. Buat konten untuk medsos dapat dibuat sebebas mungkin, selama tidak melanggar peraturan yang berlaku di Indonesia,” ungkap Rudiantara saat menjadi pembicara dalam acara Indonesia Millenial Summit 2019 di Jakarta, belum lama ini.

Pada sesi ‘The Future of Media’, Menteri Rudiantara memperkirakan pada tahun 2030 perekonomian Indonesia akan setara dengan perekonomian gabungan seluruh negara ASEAN saat ini.

“Tahun 2030 nanti apa yang akan terjadi? Tahun 2030 bonus demografi kita akan ada di puncaknya. Setelahnya, sama seperti Jepang sekarang, sama seperti Singapura sekarang. Teman-teman di sini masih ada dalam usia produktif saat itu. Jadi, saya yakin Indonesia tidak akan bubar pada 2030,” imbuh Chief RA.

Berkaitan dengan konten di media sosial dan website. Rudiantara menjelaskan aturan yang dapat dijadikan acuan konten adalah Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Oleh karena itu, ia menghimbau kepada generasi milenial agar tidak menyebarkan berita bohong alias hoaks.

“Memangnya, kalau kita teruskan (pesan hoaks) jadi jagoan? Enggak. Salah-salah ditangkap polisi, kena UU ITE. Kami bekerja sama dengan Gerakan Siberkreasi yang membuat konten positif serta gerakan literasi digital,” tutup Rudiantara.

Vivo Umumkan Perubahan Warna dan Font

Suara.com – Produsen smartphone Vivo mengumumkan perubahan warna dan front, yang membuat tampilannya kini menjadi semakin energik dan lebih segar.

Dilansir dari GSM Arena, perubahan warna dan font yang dilakukan Vivo ini akan dimulai di China lalu diikuti secara Global hingga akhir Maret 2019 mendatang.

Untuk pemilihan warna, Vivo merubah warna biru muda yang cerah sebelumnya menjadi biru yang lebih tua, di mana kode warna tersebut sebelumnya adalah Pantone 2925 C menjadi Pantone 2386.

Sementara itu, untuk font atau hurufnya sendiri Vivo memodifikasi font yang selama ini digunakan. Meskipun tidak terlalu signifikan, tetapi tetap terlihat perbedaannya terlebih ketika dikombinasikan dengan warna baru yang digunakan.

Pemakaian font baru Vivo ini juga tidak hanya berdampak pada alfabet latin saja, melainkan pada karakter huruf China yang digunakan. Dikabarkan perubahan warna dan font ini bukan hanya semata-mata untuk material promosi saja, melainkan akan diterapkan pada smartphone Vivo.

Tipe smartphone Vivo apa yang akan memakai font dan warna baru tersebut? Kemungkinan baru akan terungkap pada 24 Januari mendatang.